Monday, January 26, 2026

A22_Ardelia Nurzahra_Tugas Mandiri 12

 A. 10 Poin Materi 11

  1. Metodologi sebagai Fondasi Ilmiah: Metodologi adalah ilmu yang membahas cara-cara sistematis untuk memperoleh data guna menjamin validitas, reliabilitas, dan objektivitas sebuah penelitian.

  2. Perbedaan Metode vs. Metodologi: Metode merupakan teknik spesifik pengumpulan data (seperti wawancara), sedangkan metodologi adalah studi menyeluruh tentang strategi dan alasan pemilihan metode tersebut.

  3. Pendekatan Kuantitatif: Berfokus pada data numerik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis statistik untuk menghasilkan generalisasi yang objektif.

  4. Pendekatan Kualitatif: Menitikberatkan pada pemahaman mendalam, perspektif partisipan, dan fenomena kompleks melalui data non-numerik (deskriptif).

  5. Pendekatan Campuran (Mixed Methods): Mengintegrasikan metode kuantitatif dan kualitatif secara komprehensif untuk menjawab pertanyaan penelitian yang rumit.

  6. Representasi Populasi dan Sampel: Pemilihan teknik sampling yang tepat (probabilitas atau non-probabilitas) sangat krusial agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara eksternal.

  7. Instrumen dan Validitas: Alat pengumpul data (seperti kuesioner atau panduan wawancara) wajib melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan untuk menjamin keakuratan hasil.

  8. Struktur Proposal Sistematis: Proposal yang efektif harus menyelaraskan latar belakang, rumusan masalah (SMART), tinjauan pustaka, dan metodologi sebagai rencana kerja ilmiah yang utuh.

  9. Mitigasi Tantangan Metodologis: Mengatasi bias sampel dengan teknik sampling yang ketat dan memperbaiki inkonsistensi proposal melalui pembuatan kerangka berpikir yang logis.

  10. Etika dan Integritas: Peneliti wajib menjunjung tinggi etika penelitian, termasuk penggunaan informed consent, menjaga kerahasiaan partisipan, dan transparansi tujuan riset.

B. Pertanyaan Pemantik 

  1. Transparansi anggaran penting untuk menunjukkan akuntabilitas dan efisiensi penggunaan dana melalui perbandingan antara rencana dan realisasi dalam laporan pertanggungjawaban.

  2. Metodologi yang rinci dan transparan menentukan validitas penelitian karena memungkinkan proses penelitian diuji ulang dan diverifikasi oleh peneliti lain.

  3. Bagian hasil menyajikan temuan atau data secara objektif, sedangkan pembahasan berisi analisis, interpretasi, dan keterkaitan temuan dengan teori yang relevan.

  4. Penggunaan perangkat lunak anti-plagiarisme mendorong integritas akademik dengan meningkatkan kesadaran akan orisinalitas, ketepatan sitasi, dan kehati-hatian dalam penulisan.

  5. Bagian evaluasi dan dampak program menjadi dasar utama pengambilan keputusan karena memberikan gambaran efektivitas dan kelayakan keberlanjutan suatu program.

C. Pertanyaan Reflektif 

  1. Visualisasi data yang efektif bergantung pada tujuan penyajian, di mana tabel cocok untuk detail angka dan grafik lebih tepat untuk menunjukkan tren atau perbandingan.

  2. Parafrasa menuntut kemampuan memahami ide sumber secara utuh agar dapat ditulis ulang dengan bahasa sendiri tanpa mengubah makna dan tetap menghindari plagiarisme.

  3. Penerapan etika sitasi perlu dilakukan secara konsisten sebagai bentuk penghargaan terhadap hak intelektual, termasuk pada ide yang dianggap umum.

  4. Objektivitas dalam melaporkan kegagalan menunjukkan profesionalisme peneliti dengan menyampaikan fakta secara jujur serta menawarkan evaluasi dan solusi perbaikan.

  5. Komunikasi sains menuntut kemampuan menyederhanakan temuan ilmiah agar mudah dipahami masyarakat awam tanpa mengurangi ketepatan dan keakuratan data.

No comments:

Post a Comment

A22_Ardelia Nurzahra_ Tugas terstruktur 11

Analisis Implementasi Vertical Greenery System (VGS) dalam Mereduksi Suhu Bangunan dan Mencapai Efisiensi Energi di Kawasan Padat Perkotaan....