A. Ringkasan Materi Pembelajaran 9: Hakikat, Etika, dan Strategi Penelitian
Hakikat Penelitian Ilmiah Penelitian bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan fondasi utama pengembangan ilmu pengetahuan melalui proses yang sistematis, terencana, dan terorganisir untuk mendapatkan pengetahuan yang valid.
Tiga Tujuan Utama Penelitian Penelitian memiliki tiga fungsi krusial: (1) Mengembangkan ilmu pengetahuan (teori baru), (2) Memecahkan masalah (solusi berbasis bukti), dan (3) Menyumbang solusi bagi persoalan nyata (dasar kebijakan/inovasi).
Kriteria Kegiatan Ilmiah Agar dianggap ilmiah, penelitian harus memenuhi standar: Objektif (berbasis fakta), Sistematis (terstruktur), Empiris (dari pengamatan nyata), dan Replikatif (dapat diuji ulang).
Integritas dan Etika Akademik Kejujuran akademik adalah prinsip mutlak. Peneliti dilarang memanipulasi atau merekayasa data karena akan merusak keabsahan ilmu dan karir akademik.
Bahaya Plagiarisme Plagiarisme adalah tindakan mencuri gagasan orang lain tanpa menyebutkan sumber. Ini merupakan pelanggaran etika serius dan hukum. Peneliti wajib menggunakan kutipan dan daftar pustaka yang benar.
Perlindungan Subjek Penelitian Dalam penelitian yang melibatkan manusia, peneliti wajib menjamin informed consent (persetujuan subjek) dan menjaga kerahasiaan data pribadi mereka.
Pendekatan Metodologi Pahami perbedaan metode: Kualitatif (menggali makna dan perspektif subjek) dan Kuantitatif (menggunakan data numerik/statistik). Metode campuran (mixed methods) juga diakui untuk hasil komprehensif.
Pemahaman Variabel Penelitian Khusus riset kuantitatif, peneliti harus memahami Variabel Bebas/Independen (X) yang mempengaruhi, dan Variabel Terikat/Dependen (Y) yang dipengaruhi, sebagai kunci perumusan hipotesis.
Strategi Research Gap Menemukan celah penelitian (research gap) adalah kunci kebaruan. Hal ini dilakukan melalui Kajian Pustaka (Literature Review) untuk melihat apa yang belum diteliti, baik dari segi konteks, konsep, maupun metode.
Pembatasan Topik (Spesifik) Topik harus dipersempit agar realistis, terukur, dan mendalam. Hindari topik yang terlalu umum; fokuslah pada variabel, lokasi, atau subjek tertentu (Contoh: Dari sekadar "Media Sosial" menjadi "Pengaruh TikTok terhadap Produktivitas Belajar Mahasiswa Semester Akhir").
No comments:
Post a Comment