Monday, January 26, 2026

A22_Ardelia Nurzahra_Tugas Mandiri 09

 A. Ringkasan Materi Pembelajaran 9: Hakikat, Etika, dan Strategi Penelitian

  1. Hakikat Penelitian Ilmiah Penelitian bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan fondasi utama pengembangan ilmu pengetahuan melalui proses yang sistematis, terencana, dan terorganisir untuk mendapatkan pengetahuan yang valid.

  2. Tiga Tujuan Utama Penelitian Penelitian memiliki tiga fungsi krusial: (1) Mengembangkan ilmu pengetahuan (teori baru), (2) Memecahkan masalah (solusi berbasis bukti), dan (3) Menyumbang solusi bagi persoalan nyata (dasar kebijakan/inovasi).

  3. Kriteria Kegiatan Ilmiah Agar dianggap ilmiah, penelitian harus memenuhi standar: Objektif (berbasis fakta), Sistematis (terstruktur), Empiris (dari pengamatan nyata), dan Replikatif (dapat diuji ulang).

  4. Integritas dan Etika Akademik Kejujuran akademik adalah prinsip mutlak. Peneliti dilarang memanipulasi atau merekayasa data karena akan merusak keabsahan ilmu dan karir akademik.

  5. Bahaya Plagiarisme Plagiarisme adalah tindakan mencuri gagasan orang lain tanpa menyebutkan sumber. Ini merupakan pelanggaran etika serius dan hukum. Peneliti wajib menggunakan kutipan dan daftar pustaka yang benar.

  6. Perlindungan Subjek Penelitian Dalam penelitian yang melibatkan manusia, peneliti wajib menjamin informed consent (persetujuan subjek) dan menjaga kerahasiaan data pribadi mereka.

  7. Pendekatan Metodologi Pahami perbedaan metode: Kualitatif (menggali makna dan perspektif subjek) dan Kuantitatif (menggunakan data numerik/statistik). Metode campuran (mixed methods) juga diakui untuk hasil komprehensif.

  8. Pemahaman Variabel Penelitian Khusus riset kuantitatif, peneliti harus memahami Variabel Bebas/Independen (X) yang mempengaruhi, dan Variabel Terikat/Dependen (Y) yang dipengaruhi, sebagai kunci perumusan hipotesis.

  9. Strategi Research Gap Menemukan celah penelitian (research gap) adalah kunci kebaruan. Hal ini dilakukan melalui Kajian Pustaka (Literature Review) untuk melihat apa yang belum diteliti, baik dari segi konteks, konsep, maupun metode.

  10. Pembatasan Topik (Spesifik) Topik harus dipersempit agar realistis, terukur, dan mendalam. Hindari topik yang terlalu umum; fokuslah pada variabel, lokasi, atau subjek tertentu (Contoh: Dari sekadar "Media Sosial" menjadi "Pengaruh TikTok terhadap Produktivitas Belajar Mahasiswa Semester Akhir").

B. Pertanyaan Pemantik (Aplikasi Konsep)

  1. Pemilihan topik penelitian menjadi fondasi penting karena menentukan arah, fokus, dan kualitas keseluruhan penelitian. Topik yang jelas memudahkan penyusunan metodologi, analisis, serta menghasilkan temuan yang bernilai.

  2. Unsur dasar sebelum menentukan topik meliputi pemahaman masalah yang akan dikaji, tujuan penelitian, ruang lingkup kajian, serta kajian pustaka agar penelitian memiliki arah yang jelas dan tidak mengulang penelitian sebelumnya.

  3. Pembatasan topik dapat dilakukan dengan mempersempit lokasi penelitian, subjek yang dikaji, variabel yang diteliti, dan rentang waktu tertentu agar penelitian lebih fokus dan mendalam.

  4. Kelayakan topik ditentukan oleh kriteria FINER dan relevansi dengan disiplin ilmu. Topik yang baik mampu menjawab permasalahan aktual atau mengisi kekosongan dalam kajian akademik.

  5. Minat peneliti menjaga konsistensi penelitian, ketersediaan data menentukan kelayakan pelaksanaan, dan urgensi sosial memberikan nilai manfaat bagi masyarakat.

C. Pertanyaan Reflektif (Eksplorasi Pribadi)

  1. Saya pernah merasa bingung dalam memilih topik penelitian. Penyebab utamanya adalah terlalu banyak pilihan ide dan kurangnya pemahaman awal terhadap literatur yang relevan. Untuk mengatasinya, saya mulai mempersempit fokus dengan memetakan ide, membaca penelitian terdahulu, dan berdiskusi dengan dosen agar arah penelitian lebih jelas.
  2. Topik yang paling sesuai dengan minat akademik saya adalah topik yang berkaitan langsung dengan bidang studi yang saya sukai dan sering saya pelajari. Topik tersebut sudah saya pertimbangkan untuk penelitian ke depan karena lebih mudah dipahami, relevan dengan kompetensi akademik, dan dapat menunjang pengembangan keilmuan saya.
  3. Menurut saya, topik yang sesuai dengan nilai dan visi pribadi lebih penting, karena dapat menjaga motivasi dan konsistensi selama proses penelitian. Namun, topik tersebut tetap perlu dikaitkan dengan isu yang relevan agar memiliki nilai akademik dan manfaat yang lebih luas.
  4. Dosen pembimbing memiliki pengaruh besar sebagai pemberi arahan dan penilai kelayakan topik. Teman sebaya membantu melalui diskusi dan sudut pandang alternatif, sedangkan literatur berperan sebagai dasar ilmiah untuk memastikan topik memiliki landasan teori yang kuat.
  5. Setelah memahami konsep dan strategi pemilihan topik, saya akan mengubah pendekatan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi masalah nyata, kemudian menyesuaikannya dengan kajian pustaka yang ada, sebelum menentukan judul penelitian secara lebih sistematis dan terarah.

No comments:

Post a Comment

A22_Ardelia Nurzahra_ Tugas terstruktur 11

Analisis Implementasi Vertical Greenery System (VGS) dalam Mereduksi Suhu Bangunan dan Mencapai Efisiensi Energi di Kawasan Padat Perkotaan....